PSAK 24 (Revisi 2013)

PSAK_24_2013Pada bulan Desember 2013 yang lalu, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia telah mengesahkan PSAK 24 (Revisi 2013). Pernyataan ini menggantikan PSAK 24 (2010) : Imbalan Kerja.
PSAK 24 Revisi 2013 ini mengadopsi IAS 19 Revisi 2011 dan akan diterapkan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015.
Adapun perbedaan terbesar dengan PSAK 24 (2010) adalah :
[1]Pengukuran dan Asumsi : Tidak ada perubahan signifikan, tetapi asumsi diatur dengan lebih detil.
 
[2]Pengakuan : Tidak ada lagi komponen perubahan Nilai Kini Kewajiban yang boleh diamortisasi atau ditangguhkan pengakuannya.
Pada PSAK 24 Revisi 2010, masih terdapat dua komponen perubahan Nilai Kini Kewajiban yang (boleh) diamortisasi atau ditangguhkan pengakuannya dimana pada PSAK 24 Revisi 2013 sudah tidak diperbolehkan.
[3]Penyajian : Restrukturisasi komponen Beban.
 
Pada PSAK 24 (2013), komponen beban dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu :

Biaya Jasa (Service Cost).
Bunga Neto atas Liabilitas (Aset) Imbalan pasti Neto (Net Interest Income/ Expense).
Pengukuran kembali dari Liabilitas (Aset) Imbalan pasti Neto (Remeasurement).
Komponen-komponen beban pada versi PSAK 24 (2010) (misalnya Biaya Jasa Kini, Keuntungan/ Kerugian Aktuaria, etc) akan dimasukkan ke dalam 3 bagian besar tersebut dan terdapat komponen biaya yang dilebur (misal Biaya Jasa Lalu dan Dampak kurtailmen, atau Biaya bunga dengan Hasil yang diharapkan dari aset program).
Untuk Biaya Jasa dan Bunga Neto diakui seluruhnya pada Laba Rugi, sedangkan komponen Pengukuran Kembali diakui pada Pendapatan Komprehensif Lain seperti tersaji pada ilustrasi di bawah ini :
[4]Pengungkapan yang Lebih Kompleks.
Pada PSAK 24 (2013) pengungkapan yang disyaratkan lebih bersifat “principle-based”, dengan sasaran pengungkapan adalah :
Pembaca lebih memahami karakteristik dari program imbalan kerja berikut resiko terkait program tersebut maupun aktiva program yang dibentuk untuk mendukung imbalan kerja tersebut.
Pembaca lebih memahami jumlah yang disajikan pada laporan keuangan sehubungan dengan kewajiban dan beban atas program imbalan kerja.
Pembaca mendapat penjelasan mengenai dampak pengelolaan program pada arus kas perusahaan di kemudian hari.
Perusahaan harus mengungkapkan informasi :
Menjelaskan karateristik program imbalan pasti dan resiko yang terkait.
Mengidentifikasi dan menjelaskan jumlah yang timbul dari program dalam laporan keuangan.
Menjelaskan bagaimana program berdampak terhadap jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas di masa depan (Analisis Sensitivitas; Deskripsi mengenai strategi untuk memadankan aset dan liabilitas; Indikasi dampak program imbalan terhadap arus kas masa depan entitas (profil jatuh tempo kewajiban imbalan pasti)).
Dampak Penerapan

PSAK 24 (2013) mulai berlaku 1 Januari 2015, namun penerapan dini tidak diperkenankan. Perusahaan harus mengaplikasikan standar baru ini secara restropektif sesuai PSAK 25; Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan kecuali bahwa :
Entitas tidak perlu menyesuaikan nilai aset tercatat di luar lingkup Pernyataan ini untuk perubahan beban imbalan kerja yang termasuk dalam nilai tercatat sebelum tanggal penerapan awal.
Dalam laporan keuangan untuk periode yang dimulai sebelum 1 Januari 2016, entitas tidak perlu menyajikan informasi komparatif untuk pengungkapan mengenai sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti.
Dampak penerapan dapat dilihat dalam komponen “Biaya yang masih harus diakui/Unrecognized” dalam angka kewajiban, yaitu terdiri dari Biaya Jasa Lalu yang belum diakui (Unrecognized Past Service Cost) dan Keuntungan/ Kerugian Actuarial yang belum diakui (Unrecognized Actuarial Gain Loss).
Pada saat menerapkan PSAK 24 (2013), maka komponen ini harus dikeluarkan dari angka kewajiban, sehingga angka kewajiban akan menjadi net antara Nilai Kini Kewajiban dikurangi Nilai Wajar Aset Program (jika ada).
Untuk perusahaan yang saat ini masih menggunakan metode koridor 10% untuk pengakuan aktuarial gain/ loss dampaknya cukup significant pada saat penerapan pertama kali.
*) Diolah dari berbagai sumber

Dalam Perbaikan

Yth Para Klien Gemma Aktuaria,

Saat ini website Gemma Aktuaria sedang dalam perbaikan, jika ada pertanyaan terkait dengan permintaan proposal dan informasi lainnya dapat menghubungi email dibawah:

  • Nada: qotrunnada.gemma@gmail.com
  • Yuli : gemmaaktuaria@gmail.com
  • Riana : rianagemma@gmail,com

Terima kasih atas perhatiannya.

Admin